Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan r.a. berkata:
Rasulullah Saw bersabda, Sungguh indah perkara orang-orang mu’min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang mu’min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya.” (HR Muslim).
Dua kondisi diatas yaitu nikmat dan musibah, akan saling berganti mengisi rongga kehidupan kita.
Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapi dua kondisi tersebut. karena perbedaan penyikapn itu maka ada ornag yang hidupnya indah,yaitu orang yang bersyukur ketika mendapat nikmat, dan bersabar ketika mendapat musibah dan ada yang hidupnya suram yaitu orang yang lupa diri ketika mendapat nikmat, tidak sabar ketika mendapat musibah.
Butir Hikmah:
1. Kewajiban untuk bersabar saat dalam kesulitan dan bersyukur saat mendapat kebahagiaan.
2. Kehidupan ini bagi seorang muslim merupakan tambang emas untuk mendapatkan pahala dari Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
3. Sebaliknya, orang yang kurang imannya akan menyia-nyiakan semua kondisi yang dialaminya. Musibah dihadapinya dengan ketidak-sabaran dan kenikmatan dihadapinya dengan lupa diri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment