Friday, October 19, 2007

Teman Baikku..

Saya ga punya banyak teman, meski saya kenal banyak orang. Karena keterbatasan waktu atau karena batasan yang saya buat sendiri, tidak semua kenalan menjadi teman saya.

Karena jumlahnya yang sedikit itu, saya jadi tahu mereka agak dalem.

Misalnya teman saya seorang petugas kebersihan kota. Sungguh saya beruntung punya teman seperti dia,pekerjaannya tidak membuat harga diri dan kepercayaan dirinya jatuh ke tanah.

Dan yang membuat saya selalu ingin jadi temennya adalah kebiasaannya puasa senin-kamis. Bahkan kebiasaan ini menjadi kebiasaan keluarganya, anaknya yang berusia 6 tahunpun sudah terbiasa malakukan puasa senin-kamis. Ini kami lakukan agar persediaan beras cukup untuk satu bulan,katanya. Gubrak!!!.kaki saya jadi lemes, entah alasan ini yang sebenarnya atau ia hanya ingn menyembunyikan niat amal shalehnya.

Hal lain yang membuat saya bangga adalah tetangganya mempercayakan anak mereka belajar membaca Qur'an kepada dia, bahkan ia juga dipercaya menjadi iman mushala.

Subhanallah. Padahal kemampuan membacanya qur'annya biasa saja, apalagi hapalan qur'annya sangat pas-pasan,ia sangat sulit dalam menghapal bahkan surat pendek sekalipun.

Mungkin karena semangatnya atau karena akhlaknya tetangganya percaya pada teman saya ini.

Alhamdulillah, saya bersyukur punya teman seperti dia.Temen seperti inilah yang sebenarnya saya butuhkan,ia mengajari saya tentang sabar dan syukur tidak dengan ceramahnya tapi dengan perbuatannya.

Thursday, October 18, 2007

Ketika Orang Miskin Masuk TV.

Di Televisi banyak sekali berita kriminal, perampokan, pembunuhan,perkosaan, tawuran warga dll. Televisi kemudian mengajari kita bahwa penyebabnya adalah kemiskinan. Miskin telah membuat orang menjadi gelap mata, tidak mampu lagi melihat mana benar dan salah.

Ini gawat, menurut saya, karena sebuah survey mengatakan bahwa orang miskin di Indonesia makin hari makin bertambah, maka pelaku kriminal juga akan bertambah.Dampaknya hidup di Indonesia makin ga aman. Tentu anggapan ini kalau kita setuju dengan ajaran TV tadi, bahwa kemiskinan adalah sumber kejahatan.

Saya sangat menyayangkan ajaran TV ini, karena TV ditonton jutaan manusia tiap hariya, jika ajaran ini diulang-ulang akan membentuk pola pikir dan kesadaran masyarakat indonesia, bahwa orang miskin pasti kriminal,atau karena saya miskin saya boleh melakukan kriminal.Lama kelamaan ajaran itu akan menjadi sebuah kenyataan.

Tidak ada orang yang mau hidup miskin, tapi orang miskin selalu ada sepanjang kehidupan manusia.Kalau anda orang beragama tentu anda yakin bahwa rejeki itu di tangan Tuhan. Keyakinan ini semestinya melahirkan opimisme bahwa kita ga bakal kekurangan, mengapa ? karena Tuhan Maha Kaya dan Maha Pemurah , segala sesuatu yang kita butuhkan akan di penuhiNya. Keyakinan ini akan melahirkan pola pikir dan kesadaran bahwa hidup kita serba kecukupan, kalupun ada kekurangan itu hanyalah episode sesaat,karena Tuhan ingin menguji kita.

So, tak ada lagi kriminal karena kemiskinan,saya ingin Indonesia hidup damai dan sejahtera.

Jenis kelamin Bangsa Indonesia

Menurut saya jenis kelamin bangsa indonesia adalah wanita, mengapa?

1. Suka dengan aksesoris.
Para pejabat negaranya suka dengan baju yang mahal, mobil yang mewah, rumah yang megah,HP&laptop yang canggih,bahkan gedung parlemen pun minta direnovasi.

2.suka dengan rayuan (gombal)
Siapa yang paling piwai melakukan rayuan gombal di Pemilu,maka bangsa Indonesia akan jatuh cinta padanya.

3.Kecanduan Gosip.
Dalam menyelesaikan masalah,polemik dan gosip solusinya.

oleh karena itu ga salah ada menyebut Presiden indonesia identik dengan wanita:

presiden pertama pengagum wanita
presiden kedua takut sama wanita ( ingat PP 10, antipoligami)
presiden ketiga seperti wanita ( sering memainkan sepasang mata bolanya)
presiden keempat suka difoto dan digandeng wanita
presiden kelima wanita
presiden keenam seragu wanita.


Coba simak lagu ini :

"Wanita di jajah pria sejak dulu
dijadikan perhiasan sangkar maduuuuuuuuu...

So, kapan Indonesia akan benar2 merdeka ?
Mungkin jawabannya adalah Operasi Kelamin.

Wednesday, October 17, 2007

Menulis (masih) sulit.

Saya ingin mengupdate blog ini tiap hari,tapi ternyata menulis masih pekerjaan sulit bagi saya. Kalau mau nulis kepala rasanya jadi blank,tak ada pikiran apapun disana, gelaaap alias poek.

Saya surving di internet tip and trik menulis yang baik dan benar,alhamdulillah dapet banyak,overload malah...setelah saya baca beberapa tip and trik itu, hampir seluruh tipers and trikers itu menganjurkan hal yang sama, CARA TERBAIK BELAJAR MENULIS ADALAH MENULIS SETIAP HARI,tulis apa saja, dimana saja dan kapan saja,lama-lama kamu akan mudah dan enak menulis...jangan pikirkan pandangan orang lain tentang tulisanmu.

ok...saya kan coba.

Byebye MR. Blank.

Tuesday, October 16, 2007

Maafkan aku Ibu

Pada Hari kedua iedul fitri, saya telepon orang tua di Bogor, untuk meminta maaf sekaligus melepas rasa kangen.

Ketika Saya ucapkan maaf kepada ibu, seketika bu menjawab sambil menangis...maaf kami disini sering merepotkan kamu dan keluargamu,semoga kamu dan keluarga sabar. hanya itu yang diucapkan ibu, ia nampak tak mampu melanjutkan kata-katanya,terdengar suara tangisnya saya coba menghibur, saatnya saya membantu ibu,saya bisa begini karena jasa-jasa ibu juga. Sayapun mulai menangis.

Kami makin larut dalam suasana haru...

Ya Allah ampuni dan sayangi kedua orang tua ku seperti mereka menyayangiku waktu kecil.

Tuesday, October 9, 2007

Indahnya Syukur dan Sabar

Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan r.a. berkata:

Rasulullah Saw bersabda, Sungguh indah perkara orang-orang mu’min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang mu’min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya.” (HR Muslim).

Dua kondisi diatas yaitu nikmat dan musibah, akan saling berganti mengisi rongga kehidupan kita.

Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapi dua kondisi tersebut. karena perbedaan penyikapn itu maka ada ornag yang hidupnya indah,yaitu orang yang bersyukur ketika mendapat nikmat, dan bersabar ketika mendapat musibah dan ada yang hidupnya suram yaitu orang yang lupa diri ketika mendapat nikmat, tidak sabar ketika mendapat musibah.

Butir Hikmah:
1. Kewajiban untuk bersabar saat dalam kesulitan dan bersyukur saat mendapat kebahagiaan.
2. Kehidupan ini bagi seorang muslim merupakan tambang emas untuk mendapatkan pahala dari Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
3. Sebaliknya, orang yang kurang imannya akan menyia-nyiakan semua kondisi yang dialaminya. Musibah dihadapinya dengan ketidak-sabaran dan kenikmatan dihadapinya dengan lupa diri